Budidaya Cabai Rawit di Rumah Sendiri

Posted on

Budidaya Cabai Rawit di Rumah Sendiri – Banyak dari kita semua telah menggunakan cabai rawit untuk menambahkan sedikit bumbu dalam sebuah makanan, tetapi apakah kalian tahu bahwa cabai rawit memiliki kelebihan untuk menjaga kesehatan tubuh kita? Cabai rawit dapat menstimulasi sirkulasi tubuh dan mengurangi keasaman makanan. Cabai rawit juga biasanya ditambahkan ke makanan baik dalam bentuk alami atau bubuk, dan beberapa orang menggunakannya sebagai sebuah media kesehatan untuk mengambil manfaat dari sifat detoksifikasinya.
Manfaat cabai rawit sangat banyak dan efektif, beberapa diantaranya adalah digunakan untuk membantu pencernaan, termasuk menyembuhkan sakit perut, gas usus yang lambat, menghentikan diare dan sebagai obat alami untuk kram. Cabai rawit juga digunakan untuk kondisi jantung dan pembuluh darah, termasuk untuk memperbaiki sirkulasi yang buruk, membalikkan pembekuan darah yang berlebihan, menurunkan kolesterol tinggi dan mencegah penyakit jantung.

Cabai juga bisa menjadi obat alami untuk kanker. Satu studi yang dilakukan di University of California di Los Angeles School of Medicine menemukan bahwa bahan penting dalam cabai rawit ini mampu menghambat pertumbuhan sel kanker dan mencegah aktivasi formasi berbahaya baru. Ada juga data dari Loma Linda University California yang menunjukkan bahwa manfaat cabai rawit termasuk efektif dalam membantu mencegah kanker paru-paru pada perokok serta sebagai zat yang dapat menghentikan pembentukan tumor yang diinduksi tembakau di paru-paru.
Budidaya Cabai Rawit di Rumah Sendiri
Nah, bagi kalian yang ingin menanam cabai rawit di rumah sendiri, berikut langkah-langkah yang harus kalian lakukan:
1. Tentukan media tanam kalian.
Media tanam kalian harus sesuai dengan kriteria tanaman cabai itu sendiri. Dimana cabai sangat membutuhkan cuaca yang panas untuk tumbuh. Jika kalian tinggal ditempat yang tidak mendapatkan sinar matahari secara sempurna, maka pot menjadi pilihan utama untuk media tanamnya. Jangan lupa sediakan lubang drainase yang cukup agar air bisa mengalir dengan baik. Namun jika kalian tinggal di daerah yang panas, cukup tanam cabai rawit di tanah pada halaman rumah masing-masing. Pastikan cabai di tanam di tempat dengan paparan sinar matahari yang cukup.

2. Gali lubang kecil sedalam 0.5 meter.
Gali lubang kecil sekitar 2 kaki (0,5 m) di kebun/halaman kalian untuk menanam bibit cabai. Lubang tersebut harus lebih lebar dari kedalaman akar yang nantinya akar tersebut akan menyebar dengan luas. Jika kalian menanam dalam wadah, pastikan kalian memindahkan beberapa tanah sebelum menempatkan tanaman cabai di dalamnya, sehingga kalian pun tidak perlu memadati tanah dengan cara menekannya.

3. Siram tanaman cabai dengan baik dan teratur.
Kalian harus mengairi tanah dengan baik menggunakan air yang cukup. Kalian harus menyiram tanaman ketika bagian atas tanah kering untuk disentuh. Jika kalian menggunakan pot, sirami pot sampai air mulai keluar dari wadah di bagian bawah pot.

4. Pemupukan.
Sama halnya dengan tanaman-tanaman yang lainnya, cabai juga memerlukan nutrisi dari pupuk untuk pertumbuhannya. Kalian bisa menggunakan berbagai macam pupuk untuk ditaburkan. Mulai dari pupuk organik ataupun pupuk anorganik.

5. Pemananenan.
Tanaman cabai bisa dipanen sekitar 70-80 hari setelah melewati masa kecambah. Teknik pemanenan pun tidak boleh asal-asalan. Buah cabai yang dipetik harus diambil dengan benar tanpa merusak bagian tanaman yang lain. Hal ini perlu dilakukan agar cabai dapat kembali berbuah dengan baik kembali di masa panen yang akan datang.

Demikianlah Artikel mengenai Budidaya Cabai Rawit di Rumah Sendiri semoga saja artikel yang saya bagikan ini dapat menjadi referensi buat temen temen yang mempunyai niatan ingin menanam tanaman cabai di rumah sendiri dengan media yang terbatas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *