Budidaya Palawija yang Tepat dan Berkualitas

Posted on

Budidaya Palawija yang Tepat dan Berkualitas – Palawija tentu bukanlah hal asing bagi sebagin rakyat Indonesia. Palawija sendiri secara bahasa berarti tanaman kedua dalam bahasa sanskerta yaitu phaladwija. Jika diartikan secara umum mempunyai arti yaitu tanaman yang ditanam untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduk selain padi sebagai komoditas utama.
Kini tanaman palawija dari luar maupun dalam negeri sudah dibudidayakan di Indonesia. Contoh tanaman palawija adalah jagung, kacang hijau, kacang tanah, ubi kayu, ubi jalar, singkong, wortel, mentimun, talas, cabe, tomat, sorghum, kentang dan masih banyak lagi.
Tanaman ini memliki banyak manfaat dan kelebihan tertentu. Beberapa jenis palawija memiliki harga jual yang baik. Tanaman seperti kacang tanah dan kedelai memiliki sifat yang cocok di musim hujan.

Setiap jenis dan macam tanaman palawija memiliki karakter yang berbeda. Beberapa tanaman tersebut adalah:
1. Kedelai.


Kedelai telah menjadi bahan makanan penghasil protein favorit di Indonesia. Kedelai sudah digunakan untuk bahan baku pembuatan tempe, tahu, pakan ternak dan masih banyak lagi.
Untuk mendapatkan hasil panan terbaik maka kita harus membudidayakan dengan cara terbaik pula.
Cara budidaya kedelai:
1. Pilih benih sehat dan terbaik.
2. Pilih tanah untuk menanam yang memiliki pH 6-6,8. Ini adalah bentuk drainase yang terbaik. Buat dengan baik agar tanah terjaga dari air.
3. Penanaman benih keledai di tanah yang lembap.
4. Lakukan pemeliharaan tumbuhan dan pengendalian hama.
5. Panen dilakukan saat tidak musim hujan.
Kedelai mempunyai manfaat yang baik bagi tubuh. Manfaat kedelai adalah baik untuk kesehatan jantung, sumber protein nabati, mencegah radikal bebas, rendah kolesterol.

2. Kacang Tanah


Palawija lain yang banyak dibudidayakan adalah kacang tanah. Kacang tanah mengandung banyak manfaat yaitu sumber protein nabati, minyak dan nutrisi lain. Masyarakat banyak mengolah kacang tanah untuk dijadikan camilan sehari hari dalam bentuk kacang rebus, kacang goreng, dll.
Cara budidaya:
• Pilih benih yang unggul dan pertumbuhan seragam.
• Persiapkan tanah yang subur dan buat bedengan untuk drainase air. Gemburkan tanah dan campur dengan dolomid lalu diamkan selama 2 hari. Tambahkan pupuk kandang dan kompos lalu campur merata.
• Lakukan penanaman dengan jarak 25 x 25cm atau 30 x 15cm dengan cara tugal. Tanamlah satu biji benih dalam satu lubang.
• Penyiangan dengan cara mencabut rumput yang tumbuh di sekitar tanaman. Lakukan saat tanaman berumur 5-7 hari.
• Lakukan pengendalian hama dan penyakit dengan cara mengamati penyakit yang muncul pada tanaman.
• Pemanenan dilakukan dalam 70-95 hari setelah penanamam dengan cara dicabut batangnya. Lakukan pemanenan secara serentak.

3. Ubi
Ubi kayu atau ketela pohon merupakan tanaman palawija yang menganung karbohidrat yang tinggi setelah beras dan jagung. Biasanya penanaman dilakukan dengan stek.
Umbi biasa diolah menjadi gorengan dan camilan sehari-hari. Ubi memiliki manfaat yaitu menjaga kecantikan kulit, betakaroten tinggi untuk kesehatan mata.

Cara budidaya:
• Tanam di kondisi daerah yang memiliki curah hujan 1000-2500 mm/th, suhu terendah 10 derajat celcius, sinar     matahari tercukupi sepanjang hari, pH tanah 5-6.
• Pilih bibit ubi yang unggul. Ciri nya batang ubi berkayu, lurus, sehat dan seragam. Bibit berupa stek batang.
• Siapkan lahan dan pilih tanah yang gembur. Berikan pupuk kandang sebagai tambahan. Buat bedengan dengan panjang disesuaikan lahan.
• Tanam dengan meruncingkan batang stek ubi, kemudian tancapkan ke bedengan sedalam 1/3 dari batang stek.
• Lakukan pemeliharaan. Pangkas pertumbuhan yang terlalu berlebihan dan lakukan pemupukan.
• Panen saat usia tanam 10-12 bulan. Pemanenan dengan caramencabut seluruh umbi dalam tanah.
Demikian pembahasan tentang Budidaya Palawija yang tepat dan berkualitas. Lakukan budidaya dengan bijak dan hati hati.

Demikian lah sedikit artikel menganai Budidaya Palawija yang Tepat dan Berkualitas semoga bisa menjadi referensi kawan kawan ya dalam hal budidaya tanaman kacangan jangan lupa untuk selalu ikuti terus website ilmubertani.com yang selalu membahas seputar artikel artikel pertanian terbaru dan modern

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *