Budidaya Perkebunan Jeruk

Posted on

Budidaya Perkebunan Jeruk – Pohon jeruk merupakan pohon yang berasal dari subtropis dan tidak tahan terhadap cuaca beku yang parah. Jika kita lihat seperti di Afrika Selatan, produksi jeruk di sana sangat terbatas karena berada pada daerah yang terkadang mengalami musim dingin yang sejuk dan suhu jarang atau tidak lebih dari sekali dalam beberapa tahun diatas 2°C. Suhu minimum rata-rata untuk musim dingin biasanya di bawah 2-3°C jika tidak ada perlindungan yang diberikan.
Kelembaban juga merupakan faktor pembatas dalam produksi jeruk. Karena curah hujan yang kurang pula jeruk sering terdistribusi dengan buruk dan dalam banyak kasus mengalami kekurangan pasokan. Ada kalanya petani perlu untuk mensiasati kelembaban yang dibutuhkan dengan irigasi untuk memastikan bahwa tekanan kelembaban tidak menekan pertumbuhan dan produksi.


Jeruk dapat ditanam di berbagai jenis tanah asalkan mereka dikeringkan dengan baik. Tanah yang subur dan ber-aerasi dengan pH antara 6 dan 6,5 adalah yang paling ideal. Pertumbuhan, perkembangan dan produksi tanaman tergantung pada karakteristik fisik tanah seperti drainase, kepadatan, tekstur, kapasitas penahan air, struktur, kedalaman tanah, homogenitas profil, erodibilitas, dan sejauh mana air dapat menginfiltrasi tanah. Karakteristik ini berbeda dalam berbagai jenis tanah. Sifat-sifat tanah fisik menentukan sejauh mana air dilepaskan untuk diambil oleh akar tanaman, dan kedalaman sistem akar.
Untuk akar pohon jeruk sendiri biasanya tumbuh hingga kedalaman 1 meter dan menyebar ke 2 meter di luar garis pohon. Faktor-faktor tertentu, seperti lapisan batu atau kerikil, tanah lempung berbintik, atau lapisan pasir berbintik bisa membatasi penyebaran normal dari akar.
Jika ada pembatas atau penghalang laju perkembangan akar yang ditemukan 1 meter dari permukaan tanah, pengembangan akar tanaman akan terbatas pada kedalaman di mana batas atas lapisan restriktif terjadi. Kedalaman efektif yang lebih besar akan menyebabkan peningkatan hasil dan pertumbuhan tanaman, karena volume tanah yang lebih besar dapat dimanfaatkan oleh akar tanaman untuk tumbuh lebih baik. Perkembangan akar juga dapat dibatasi oleh ketersediaan air dan nutrisi yang rendah.

Untuk pembudidayaan, pohon jeruk menggunakan metode transplantasi. Musim semi awal adalah waktu terbaik untuk transplantasi. Siapkan lubang yang digunakan untuk menanam pohon dengan ukuran 0,5 x 0,5 x 0,5 meter dan tanah dicampur dengan 2 sekop kompos atau pupuk kraal dan 250 g superfosfat.
Pohon-pohon muda kemudian ditanam ke kedalaman yang sama seperti di persemaian. Perlu diingat bahwa tanah yang gembur cenderung kuat. Peletakkan tunas harus sekitar 300 mm di atas tanah.
Begitu pohon telah ditanam, tanah harus dikubur dengan kuat. Sebuah cekungan untuk irigasi dibuat di sekitar pohon yang harus segera diirigasi segera setelah penanaman. Mengairi kembali keesokan harinya juga penting dilakukan agar menutup retakan di tanah.
Untuk pengairan sendiri, selama 6 bulan pertama pohon harus diairi dua kali seminggu dan selanjutnya setiap 7 hari. Tempat irigasi harus secara bertahap diperbesar ketika pohon tumbuh, sehingga selalu sedikit lebih besar daripada pohon jeruk itu sendiri. Hati-hati untuk jangan sampai merusak akar pengumpan superfisial.

Air yang dibutuhkan tergantung pada kondisi cuaca. Kondisi terlalu basah dan kurang dikeringkan dapat menyebabkan pembusukan pada akar, yang akan memperpendek umur pohon. Di sisi lain, kekurangan air mungkin memiliki efek-efek berikut:
• Kelembaban yang kurang selama awal musim semi ketika pohon berbunga, dapat menyebabkan penurunan bunga dan buah yang berlebihan, dan hasil panen akan menjadi kecil.
• Kurangnya kelembapan selama Oktober hingga Januari dapat menghasilkan buah asam.

Demikian lah sedikit artikel mengenai budidaya jeruk lengkap semoga dapat membantu kawan kawan semuanya ya dalam hal budidaya terutama cara budidaya tanaman jeruk jangan lupa untuk selalu ikuti artikel artikel lainnya di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *