Budidaya Tanaman Jahe Gajah yang Praktis dan Hasil Maksimal

Posted on

Cara Budidaya Tanaman Jahe Gajah yang Praktis dan Hasil Maksimal Tanaman Jahe adalah tanaman yang banyak berfungsi sebgai obat-obatan dan bumbu masak. Permintaan untuk tanaman ini pun semakin besar dari tahun ke tahun. Jahe memiliki beberpa jenis yang ada di Indonesia. Di antara itu ada jahe yang memiliki nilai jual paling besar, yaitu jahe gajah.

Mengapa para petani melirik jahe gajah untuk dibudidayakan karena biaya nya relatif murah. Dengan biaya yang relative murah dan cara/tips budidaya yang benar . budidaya tanaman gajah ini tidak selalu memburuthkan lahan yang luas. Disini kita akan memanfaatkan polybag sebagai media penanaman.
Dalam budidaya tanaman gajah untuk pemula,penulis akan memberikan gambaran keuntunganya. Ketika seseorang akan membudidayakan jahe gajah, maka akan membeli bibit gajah dengan harga 10.000 / kg. Dalam 1kg bibit jahe dapat ditemukan 15-20 bibitan tanaman,yang artinya 1 kg bias mencapai 25kg. Pada musim-musim tertentu, harga panen dari 1 kg cabe biasa sampai Rp 5000-10.000 per kg nya. Maka perkirakan berapa keuntungan yang bias diperoelh dari 1 kg bibit jahe?

Disini penulis akan memberi Anda cara budidaya tanaman jahe gajah yang benar agar menghasilkan produk yang berkualitas. Simak cara-cara di bawah ini:
1. Proses Pembibitan
Pertama, kalian harus mempersiapkan rimpang bibit gajah. Selanjutnya, buatlah wadah yang berisikan 15 liter air. Larutkan 1 tutup botol PHEFOC dan tambahkan gula pasir 2 sdm. Setelah tu diamkan air itu selama 15 menit agar teremulsi dengan sempurna. Lalu Rendamlah rimpang kedalam larutan air tadi selama 15 menit.
Kedua, Sembari menunggu perendaman, buatlah larutan 15 liter airyang berisi larutan SOT BINAGRIO sebanyak 5 tutup botol dan tambahkan 3 sdm. Diamkan larutan selama 15 menit. Setelah itu rendam kembali rimpang bibit gajah dengan larutan kedua selama 6 jam. Setelah itu, angkat rimpang dan tiriskan hingga kering. Maka bibit jahe gajah Anda sudah siap.

2. Proses Penanaman
Pertama siapkan dulu media tanam. siapkan tanah yang bercampur dengan pupuk kompos atau pupuk organic dan siapkan juga polybag. Setelah itu , tanam bibit jahe yang sudah siap. Selanjutnya, sirami dengan air secukupnya. Jangan letakkan tanaman di tempat terbuka apabila belum mencapai umur 2 bulan. Tempatkan tanaman di termpat terbuka agar mendapatkan sinar matahari yang cukup setelah berumur 2 tahun.

3. Proses Perawatan
Untuk perawatan, siramlah tanaman secara rutin setiap 2 hari sekali. Lakukan Pemupukan setiap 2 bulan sekali secara rutin. Awasi dan lakukan perawatan dengan baik agar tanaman terhindar dari hama dan penyakit.

4. Masa Panen
Tanaman jahe sudah siap dipanen ketika mencapai umur 8 bulan sampai 12 bulan. Disini terdapat perbedaan untuk pemanenan dalam media polybag atau media lahan tanah. Jika menggunakan polybag, maka hasil yang didapat lebih banyak daripada lahan kebun. Jika menggunakan polybag maka dalam 1 rumpun Anda dapat mendapatkan 10-25 kg setiap rumpunnya. Lalu jika menggunakan polybag maka waktu penanaman hanya perlu 8-10 bulan, setelah itu jahe siap dipanen. Berbeda lagi jika menggunakan media tanam kebun maka akan sampai 12 bulan .
Di atas adalah cara cara budidaya tanaman jahe gajah. Alasan dari budidaya tanaman gajah sangatlah banyak , diantaranya:
• Budidaya jahe memiliki ketentuan wilayah tanam yang luas. Jahe dapat ditanam dengan ketinggian 0-2100mdpl.
• Permintaan akan jahe gajah sangatlah tinggi.
• Cara budidaya yang murah dan mudah.
• Harga jual yang lebih menguntungkan disbanding jahe mentah.
• Sedikitnya saingan dalam budidaya jahe gajah.
Nah itulah alasan untuk berbudidaya tanaman ini. Jadi tunggu apalagi, Semoga berhasil!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *