Cara Budidaya Pohon kelapa

Posted on

Cara Budidaya Pohon kelapa Kelapa adalah salah satu tanaman ekspor terpenting di negara-negara tropis dan juga menjadi sumber penghasilan bagi petani kecil yang tak terhitung jumlahnya. Para petani ini bergantung pada kelapa untuk penghidupan mereka. Namun, jika tidak dilakukan budidaya secara berkelanjutan, lingkungan akan menjadi terkontaminasi, kesehatan akan terpengaruh, dan panen akan turun. Produksi kelapa juga tidak dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Untuk memastikan bahwa produksi kelapa bisa berlanjut jauh ke masa depan, semua komponen masyarakat yang termasuk dalam penggiat pohon kelapa harus bekerja sama untuk mempromosikan praktik pertanian berkelanjutan dan untuk menghilangkan praktik yang tidak berkelanjutan di tingkat petani kecil. Penting untuk memastikan bahwa setiap produsen bertanggung jawab untuk memproduksi kelapa secara berkelanjutan. Karena dengan hal ini, eksosistem yang dibuat pohon kelapa tersebut akan terus terjaga.
Meningkatkan produktivitas adalah salah satu pilar terpenting dari pertanian berkelanjutan. Peningkatan produksi harus diimbangi dengan luas lahan pertanian. Jika pertanian menghasilkan panen yang berlimpah maka pendapatan dari pertanian akan terasa sangat menguntungkan.


Kelapa pada dasarnya adalah tanaman tropis, tetapi kini pohon kelapa telah ditemukan tumbuh di berbagai iklim dan kondisi. Suhu tahunan rata-rata untuk pertumbuhan optimal dan hasil maksimum berkisar antara suhu 27°C dengan variasi 6°C hingga 7°C dan kelembaban relatif lebih dari 60%. Kelapa tumbuh dengan baik hingga ketinggian 600 meter di atas permukaan laut. Kelapa juga tumbuh subur di curah hujan tahunan yang cukup mulai dari 1.000 mm hingga 3000 mm. Namun, curah hujan harus terdistribusi dengan baik ke pohon kelapa. Sekitar 2000 mm adalah curah hujan yang ideal untuk pertumbuhan yang tepat dan hasil yang lebih tinggi.
Pohon kelapa dapat mentoleransi berbagai macam kondisi tanah. Tetapi tetap beberaoa jenis tanah memang menunjukkan preferensi pertumbuhan tertentu. Berbagai faktor seperti drainase, kedalaman tanah, kesuburan tanah dan tata letak lahan memiliki pengaruh besar pada pertumbuhan pohon kelapa. Jenis-jenis tanah utama yang mendukung pertumbuhan pohon kelapa adalah laterit, aluvial, lempung berpasir merah, tanah berpasir dan lahan reklamasi dengan pH mulai dari 5,2 hingga 8,0.
Untuk budidayanya, pohon kelapa memerlukan persiapan tanah yang tidak gampang. Ukuran lubang tanah yang dipersiapkan harus disesuaikan dengan jenis tanah yang digunakan. Di tanah laterit, lubang tanah memerlukan ukuran 1,2 m x 1,2 m x 1,2 m dengan dicampur tanah yang gembur, kotoran sapi serta abu hingga kedalaman 60 cm sebelum menanam. Pada tanah lempung, ukuran lubang diatur 1m x 1m x 1m.
Penanaman bibit yang disarankan adalah bibit dengan umur kurang lebih satu tahun, memiliki minimal enam daun yang sudah tumbuh dan ketebalan batang tidak kurang dari 10 cm. Pemisahan awal daun pada saat penyemaian bisa menjadi kriteria untuk memilih bibit yang baik. Namun, bibit berumur 18 – 24 bulan lebih dianjurkan untuk ditanam di daerah dekat dengan resapan air karena memiliki daya resap untuk tumbuh dengan baik.
Pertumbuhan pohon kelapa merespon dengan baik terhadap irigasi musim panas yaitu irigasi sejumlah @ 40 liter per pohon per minggu akan meningkatkan hasil buah sebesar 50%.
Pohon kelapa dipanen pada berbagai interval dalam setahun. Frekuensi berbeda di berbagai bidang tergantung pada hasil pohon itu sendiri. Di kebun yang terpelihara dengan baik dan hasil tinggi, memiliki artian bahwa produksi berjalan secara teratur dan panen dapat dilakukan sebulan sekali.

Cara Budidaya Pohon kelapa
Budidaya kelapa Hibrida
cara Budidaya kelapa hibrida lengkap

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *