Cara Budidaya Tanaman Jahe Merah dengan Praktis dan Mudah

Posted on

Cara Budidaya Tanaman Jahe Merah dengan Praktis dan Mudah Jahe merah dapat dimanfaatkan untuk obat dan fungsi lain untuk kesehatan tubuh kita. Tanaman ini juga dapat digunakan sebagai bumbu masak atau rempah rempah. Jahe merah ampuh dalam mengobati penyakit seperti demam, batuk dan gejala flu.

Permintaan akan jahe merah setiap tahun pun mengalami peningkatan. Peningkatan ini bias disebebkan oleh semakin sadarnya masyarakat akan kebutuhan obat-obat herbal. Jahe merah pun dapat diolah menjadi maknan atau minuman yang berbahan jahe.

Disini kami akan memberikan 5 cara budidaya jahe merah dengan baik dan benar agar menghasilkan hasil yang maksimal.

1. Siapkan Lahan atau Media Tanam

Kalian harus menyiapkan lahan tanam berupa tanah yang gembur dan subur. Kalian juga sebaiknya tahu pengolahan tanah yang tepat agar tanah kalian subur dan gembur. Di bawah ini kami akan memberi cara cara pengolahan tanah:

• Cangkul lahan tanah agar tanah menjadi gembur
• Buatlah bedengan dengan panjang yang disesuaikan dengan lahan dan berukuran lebar 1 meter.
• Buatlah tinggi bedengan dibuat 25-30 cm.
• Selanjutnya beri jarak antar bedengan yaitu 50 cm.
• Setelah itu, beri pupuk kandang berukuran luas 10 meter dengan dosis 10 kg.
• Buatlah lubang tanam berjarak 25×25 cm dan memiliki kedalaman 25-30 cm.
• Beri pupuk kandang pada lubang sebanyak 0,5 kg.
• Diamkan selama seminggu lalu tanami bedengan.

2. Pemilihan Benih

Langkah selanjutnya setelah menyiapkan lahan tanam adalah memilih benih tanaman yang bagus. Siapkan benih berupa rimpang benih jahe merah. Kalian bias memperoleh benih ini dengan memberlinya di padar tradisonal atau toko tanaman. Ciri ciri benih yang baik adalah sebagai berikut :
• Pastikan kondisi rimpang masih segar, sehat,tidak cacat dan kadar air yang tidak keriput
• Pilihlah kondisi tubuh rimpang yang paling besar.
• Pilihlah warna rimpang yang merah menyala
• Lalu taruh rimpang pada ruangan sejuk
• selanjutnya rendam menggunakan air atau anti biotik hingga mengeluarkan tunas lalu keringkan.
• Amati dan buang rimpang yang busuk
• Ambil rimpang yang bertunas dan lakukan penanaman.

3. Penanaman Jahe

Dalam proses penanaman sebaiknya dilakukan saat musim kemarau. Curah air hujan yang tinggi dapat merusak bibit dan menjadikan bibit busuk. Lakukan penanaman dengan cara yang baik dan benar agar bibit kalian tidak rusak.

Pertama, persiapakan lubang jahe dan masukkan rimpang jahe lalu tutup lubang hingga rata. Sisakan sedikit ruang untuk bagian tunas tanaman, jangan sampai menutupi bagia tunas. Selanjutnya, siram bibit menggunakan air. Amati dan tunggu selama 1 minggu sampai tunas tumbuh. Lakukan perawatan dan pemeliharaan agar jahe tumbuh sampai panen.

4. Perawatan dan pemeliharaan

Pertama lakukan penyiraman setiap hari secara kontinu. Lakukan ini pada musim kemarau dan jangan sampai tanaman kelebihan air dan membusuk. Kalian juga bias melakukan pengairan dengan penyemprotan dengan sprayer.

Setelah itu lakukan pemupukan secara rutin. Gunakanlah pupuk organik untuk mendapatkan kualitas jahe yang baik. Lakukan pemupukan 3x sehari hingga masa panen tiba. Pastikan kondisi pupuk kering dan kondisi tanaman kering. Lakukan pemberian pupuk pada saat 1 bulan pertama, lalu bulan ke-2 penanaman dan terakhir saat berumur 3 bulan penanaman.

Selanjutnya lakukan penyiangan setiap 2-3 minggu sekali. Hal ini dilakukan untuk memberishkan gulma dan rumput. Lakukan penyiangan secara rutin dengan memberihkan tanaman, bedengan dan area sekitar media tanam.

5. Masa Panen
Kalian dapat melakukan pemanenan saat berumur 3-4 bulan. Pemanenan dilakukan dengan cara mencabut batang tanaman berserta umbinya lalu potong bagian pangkal batang. Pisahkan antar jahe yang bagus dan tidak lalu taruh di tempat yang bersih.

Demikianlah cara budidaya jahe merah yang praktis dan mudah. Selamat mencoba!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *