Cara Pembuatan Jaringan Jalan Dan Saluran Air Perkebunan Kelapa Sawit

Posted on

Cara Pembuatan Jaringan Jalan Dan Saluran Air Perkebunan Kelapa Sawit –  pembuatn jaringan jalan dan air dilakukan pada saat-saat awal pembukaan lahan karena jalan tersebut dibutuhkan untuk mempercepat pelaksanaan pekerjaan dan memudahkan  kontrol pekerjaan di lapangan. pembuatan saluran  dilakukan untuk mngeluarkan air dari mineral sehingga penanaman dapat di lakukukan.

  1. Pembuatan Jaringan Jalan

pembuatan jaringan jalan sebaiknya dilakukan sebelum pekerjaan imas dan tumbang. Dengan adanyajalan, pada saat memulai pembukaan lahan, akan meningkatkan mutu pekerjaan pembukaan lahan itu sendiri. perkebunan kelapa sawit menghasilkan produk dalam bentuk TBS yang bersifat bulk. untuk mengeluarkan TBS dari dalam blok ke TPH ( tempat pengumpulan hasil) dan pengakutnya ke pabrik pengolah ,mutlak di perlukan jaringan  jalan yang dapat memenuhi beberapa persyaratan dan manfaat. jaringan jalan tersebut yaitu pasar tikus, rintis tengah, jalan pengumpul,subjalan utama,dan jalan utama.

a. pasar tikus ( harvester path)

persyaratan dan manfaat jalan tikus sebagai berikut.

  • Merupakan rintis yang  dibuat di antara 2 barisan tanaman kelapa sawit
  • Digunakan untuk memudahkan pengakutan TBS dari dalm blok ke TPH ( tempat pengumupulan sawit)  serta memudahkan pekerjaan perawatan tanaman dan kontrol di lapangan.
  • Dibuat secara manual dan/atau kimia ( disemprot hebersida)

b.  Rintis tengah (average eary)

persyaratan dan manfaat rintis tengah sebagai berikut.

  • Merupakan rintis yang membagi blok menjadi 2 bagian yang sama besar dan sejajar dengan jalan pengumpul.
  • Merupakan jarak maksimal bagi karyawan potong buah untuk mengeluarkan buah dari dalam bloknke TPH.
  • Digunakan untuk memudahkan kontrol pekerjaan dalam blok.
  • Dibuat secara manual dan perawatan selanjutnya dapat dilakukan secara kimia bersamaan dengan pengadaan gulma di piringan dan gawangan.

c. Jalan pengumpul ( collection road)

persyaratan dan manfaat jaln pengumpul sebagai berikut.

  • Dibangun dan dirancang untuk di lalaui kendaraan pengakut TBS seminggu sekali (mengikuti rotasi pola panen)
  • Dibuat dengan arah utara-selatan setiap 300 m (lebar 7 m) dan tegak lurus dengan jalan utama.

d. Subjalan utama (submain  road)

persyaratan dan manfaat subjalan utama sebagai berikut.

  • Merupakan jalan pengumpul yang sering di lewati  kendaraan pengakat TBS. hal tersebut biasanya si sebabkan kondisi jalan tersebut lebih bagus dari jalan pengumpul yang lain.

e. Jalan utama ( main road)

 persyaratn dan manfaat  jaln utama sebagai berikut.

  • Dibangun dan dirancang untuk tahan dilalui kendaraan pengakut TBS setiap hari.
  • Merupakan muara dari setiap jalan pengumpul.
  • Dibuat dengan arah utara-selatan setiap jarak 1.000 m atau 2.000 m ( lebar 9 m)

Membuat jaringan jalan di kebun berati membuat blok. hal ini disebabkan kerena setiap blok dipisahkan dengan blok  yang lain oleh jaringan jalan. sejauh keadaan memungkinkan, penanaman kelapa sawit sebaiknya dilakukan dalam blok yang berukuran sama, batas batas blo tersebut  diusahkan lurus, walaupun hal ini sukur diterapkan pada areal  yang berbukit. pada kebanyakan areal kebun, batas batas blok tersebut  tidak bisa lurus karena berbatasan dengan tepian sungai, perkampungan penduduk ,dan areal lainya yang tidak bisa di tanami. keteraturan bentuk dan ukuran  blok  ini sangat penting karena akan memudahkan dalam operasional pekerjaan lapangan, terutama dalam pencatatan  produksi, pengaturan organisasi kerja, pengukuran output kerja,pengambilan contoh daun untuk analisis dan laboratorium, dan lain lain

2. Pembuatan saluran air

pembuatan saluran air dimaksud  untuk menedalikan tata air  di dalam wilayah perkebunan. mitode  pengendalian tata air yang umum digunakan  yaitu irigasi dan  drainasi.irigasi  merupukan merupakn usaha untuk menambah air ke dalam wilayah, sedangkan drainase kebalikanya. hal ii perlu di sadari agar tidak terjadi kekeliruan dalam pemakaian  terminilogi irigasi untuk tata nama (nomencluture) drainase kerena kedua sistem ini saling berlawanan dan tidak mungkin digabung menjadi satu kesatuan. untuk mencegah timbulnya keracuan dalam tanaman dalam tatanam sistem drainase, berikut dijelaskan tipe dan ukuran saluran.

a. Drainase lapangan (field draina; secara salah kaprah disebut parit tersier)

  • Berfungsi menyekap air yanag ada dan/atau mengalirkan di permukaan tanah.
  • Dalam keadaan tertentu bersungsi menerunkan permukaan air tanah.
  • Merupakan parit buatan.

b. Drainase pengumpul ( collection drainase; secara salah kaprah disebut parit sekunder)

  • Berfungsi mengumpulkan air dari suatu areal tertentu dan mengalirkan ke pembuangan.
  • Merupakan buatan manusia dan dapat berbentuk saluran ( parit), kolam,waduk, dan lainya.
  • Dapat juga berupa teras bersambung dan benteng, di mana pengumpulanya berdiri sendiri dan pembuanganya melalui peresapa tanah.

c. Drainase pembuangan (outlet drainas; secara salah kaprah disebut parit  primer)

  • Berfungsi mengeluarkan air dari satu areal tertenu.
  • umumnya memanfaatkan kondisi alam yang ada, seperti sungai,jurang,rendahan,dan lainya.
  • Jika tidak dapat memanfaatkan kondisi alam,juga dapat berupa saluran buatan (kanal), sistem pompa dan lain lain.

a. Dasar pembuatan sistem drainnase.

  • Pembangunan sistem drainase di perkebunan terutama di tunjukan untuk mengedalikan kelembapan tanah sehingga kadar airnya stabil antara 20-25% dengan kedalaman aras air (water table) maksimun 60 cm.
  • Sistem drainase di buat berdasarkan pada kemampuan saluran air untuk mengeluarkan kelebihan air dalam 24 jam (meter kubik/24 jam)

b. Teknis pembuatan saluran drainase kondisi kebun, afdeling/ devisi, atau blok yang tergenang air-baik secara permanen maupun temporer – merupakam indikasi bahwa sistem drainase alamiah tidak mampu mengeluarkan kelebihan air dalam waktu 24 jam .dalam kondisi seperti ini, mutlak diperlukan peningkatan kemampuan sistem drainase untuk mengeluarkan air keluar areal. secara optimal, peningkatkan ini dapat di lakukan dengan membuat saluran air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *