Cara Pemeliharaan Pembibitan utama Kelapa Sawit

Posted on

Cara Pemeliharaan Pembibitan utama Kelapa Sawit – Pemeliharaan pembibitan utama kelapa sawit merupakan kelajutan dari pemeliharaan di persemaian. Walaupun tidak serentan persemaian, pemeliharaan pembibitan utama tetap harus dilakukan dengan hati hati seperti merawat balita. Perawatan yang baik akan meningkatkan vigor bibit yang nantinya akan berdampak pada peningkatan produksi pada tahun pertama menghasilkan  (TN-1).

A. Pengisian dan  penyusunan polibag

Kantong yang dipakai berupa plastik polythene hitam tahan air ultra violet (gauge 5oo=0,2 mm) dengan model duduk berukuran (42,5 x 50) cm. Kantong di lubang  3 baris dengan jarak  antar baris dan antar lubang 10 cm,  mulai bagian tengah kebawah. Besar lubang  0,5 cm. Setiap kantaong diisi sekitar  20 kg tanah  sampai setinggi sekitar 1 cm dari bibir kantaong (setelah padat akan turun menjadi sekitar 3 cm. Kantaong disusun di areal pembibitan yamg telah bersih dengan jarak tanaman  (90 x 9o x 90) cm berbentuk segi tiga sama sisi diukur dari pusat kantong  (jarak antara baris 78 cm). Barisan kantong harus tegak lurus terhadap pipa-pipa lateral.  Pengisian polibag besar dilakukan setelah pemancangan dan pengayakan tanah selesai dilakukan. Pengisian kantong langsung dilakukan di lapangan (in situ). Setiap 100 kg tanah dicampur 300-350 garam pupuk SP36. Untuk tanah yang teksturnya terlalu liat,  perlu ditambahkan pasir halus (o 2 mm) dengan perbandingan 3: 1 (v/v). Tanah yang akan diisi diaayak terlebih dahulu dengan kawat kasar bsrdiameter 1-2 cm. Kantong-kantong disebar (diecer) pada setiap gundukan tanah dan tim pengisi akan mengisi tanah sambil menggocang kantong untuk memampatkan tanah didalamnya. Setelah selesai pengisian tanah, kantong segera disusun sesuai dengan pancang yang telah dibuat. Norma pretasi tenaga kerja untuk mengisi  dan menyusun kantong dengan metode  ini kira-kira 150 kantong/HK. Pengisian kantong dilakukan paling sedikit 1-2  minggu sebelum alih-tanam (transpplanting).  Jikan jadwal penanaman 25.ooo semai perminggu maka pengisian kantaomg minimum 4.000 buah perhari. Oleh karena pengisian kantong ini sangat dipengaruhi oleh hujan, sebaiknya pengisian kantong dilebihkan 50.000 buah sehingga pengisian kantong sudah harus dilakukan 4 minggu sebelum alih-tanam. Untuk memacu pekerjaan ini, prmancang dan pengayakan tanah dilakukan 5-6 minggu sebelum alih-tanam.

B. Alih tanam (transplanting)

pemindhan semai ke kantong besar dilakukan pada umur 3-4 bulan, di mana semai telah berdaun 3-4 helai. Alih-tanam  semai harus per nomor kelompok supaya tidak tercampur dengan kelompok semai lainnya. sebelum diecer ke dekat kantong besar, semai disiram terlebih dahulu. Kantong plastik semai dipotong  (dikoyak) pada bagian dasarnya dan dimasukan ke dalam lubang yang teiah dibuat dalam kantong besar. Kemudian, plastik ditariak keluar melalui semai. Tanah disekitsr semsi dipadatkan dengan jari sehingga permukaan tanah antara eks-semai harus rata dengsn tanah dalam kantong besar (at pre-nursery soil level; tan dan mohan, 19820. jika program alih-tanam harus 400.000 semai harus diselesaikan dalam 4 bulan maka kecepatan alih-tanam harus 50,ooo semai per 2 minggu. Kebutuhan tenaga kerja untuk menanam 4.200 semai per hari dapat dihitung dengan mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut.

  1. Pengangkutan semai ke blok-blok pembibitan utama = 4 orang /hari (1 s0pir, 3 kenek).
  2. Pengangkutan semai dari titik pembongkaran ke lokasi kantong plastik besar= 1.000-1.200 semai/HK.
  3. Penanaman semai dalam kantong besar= 250 semai/HK.

C. Penyiraman

Seluruh bibit membutukan sejumblah air  setiap harinya. Air merupakan kebutuhan utama bagi pembibitan karena sangat diperlukan tananman dlam proses fisiologis. Penyiraman yamg kurang akan mengakibatkan kelainan dan bahkan bisa sampai mengakibatkan kematian. Air yang diberikan harus sesuwai dengan kehilangan air akibat proses fisiologis tanaman, seperti evaportranspirasi, gutasi, dan asimilasi (konsep neraca air) yang sangat dipengruhi oleh iklim dan cuaca. Rata-rata kebutuhan air di pembibitan serta dengan curah hujan 3,4 mm/hari (34,000 liter/ha/hari atau 2,25 liter per polibag). Penyiraman tidak perlu dilakaukan jika turun hujan pada hari tersebut dengan curahan minimum 8mm. Dasar perhitungan untuk oprasi sistem irigasi Kirico dengan ukuran pompa 125 x 100-25o dan mesin 60 HP sebagai berikut.

  1. Debit air pada tekanan pompo 0,8-1,0 kg /cm2 selama 30 menit setara dengan presipitasi 6 mm.
  2.  Jumlah plot yang dapat dioprasikan serentaj, yaitu 2 plot (2 ha).
  3.  Untuk 20 plot pembibitan, diperlukan waktu penyiraman 5 jam perhari.

D. Pengendalian gulma

Pengendalian gulma dilakukan 1 bulan sesudah penananman di pembibitan utama dan dilakukan teru-menerus sampai bibit berumur 11 bulan, dimana pertumbuhan gulma sudah tertekan oleh pengaruh naungan bibit. Pengendalian gulma secara manual dilakukan 2 rotasi perbulan. secara garis besar, pengendalian gulma dibagi  menjadi dua bagian yaitu penyiangan didalam kantong dan pengendalian di antara kantong.

E.Pemupukan

pengorganisasian pemberian pupuk dpat di bagi dalam 3 aspek utama yaitu waktu dan jumlah,metode pemberian atau aplikasi,kebutuhan tenaga kerja.

F. Pengendalian hama dan penyakit

tindakan penyemprotan prefentif untuk mengendalikan hama dan penyakit di pembibitan kelapa sawit umumnya tidak dianjurkan sehingga sangat penting untuk mengetahui hama dan penyakit umum di pembibitan,secara umum ada 3 jenis gangguan yang dapat menghambat pertumbuhan bibit yaitu serangan hama,penyakit yangdi sebabkan patogen,dan penyakit fisiologi.

G. Seleksi Bibit

seleksi bibit merupakan pekerjaan untuk menyingkirkan atau memusnahkan bibit yang abnormal dan mempertahankan bibit yang benar benar bermutu baik dan sehat untuk di alihtanamkan ke lapangan.

Jadwal seleksi bibit umur tanaman dilakukan sbb :
seleksi 1    : Umur 3-4 bulan
seleksi 2    : Umur 6 bulan
seleksi 3    :Umur 8 Bulan
seleksi 4    : saat akan di alihtanamkan ke lahan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *