Pemanfaatan Bioteknologi Dalam Pertanian

Posted on

Pemanfaatan Bioteknologi Dalam Pertanian Sebelum membahas pemanfaatan bioteknologi di dunia pertanian, ada baiknya kita mengerti terlebih dahulu apa itu yang dimaksud dengan bioteknologi.

Bioteknologi adalah aplikasi teknik ilmiah untuk memodifikasi dan memperbaiki tanaman, hewan, dan mikroorganisme untuk meningkatkan nilainya dan mendapat suatu hasil yang baru.

PEMANFAATAN BIOTEKNOLOGI DALAM PERTANIAN
                         PEMANFAATAN BIOTEKNOLOGI DALAM PERTANIAN

Bioteknologi modern, saat ini banyak memberikan terobosan baru mengenai produk dan teknologi di segala aspek kehidupan. Banyak keuntungan yang bisa didapatkan, contohnya seperti penemuan vaksin dari sejumlah virus yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit, hingga meningkatkan efisiensi proses manufaktur untuk menghemat 50% atau lebih pada biaya operasi.

Bioteknologi di dunia pertanian bisa diartikan sebagai bidang bioteknologi yang melibatkan aplikasi untuk pertanian. Bioteknologi pertanian telah dipraktekkan untuk waktu yang lama, karena orang telah berusaha untuk meningkatkan organisme yang penting dalam pertanian melalui seleksi dan pembibitan. Contoh bioteknologi pertanian tradisional yang pernah dilakukan adalah pengembangan varietas gandum tahan penyakit dikawinkan dengan jenis varietas gandum yang berbeda.

Jika kita berbicara mengenai bioteknologi, kita juga berbicara mengenai rekayasa genetika. Banyak yang telah berbicara tentang potensi risiko teknologi rekayasa genetika cukup besar, tetapi hingga sejauh ini, hanya ada sedikit bukti dari studi ilmiah bahwa risiko ini benar-benar nyata. Malah sebenarnya, organisme transgenik dapat menawarkan berbagai manfaat dari inovasi dalam bioteknologi pertanian tradisional. Berikut adalah beberapa contoh manfaat yang dihasilkan dari penerapan teknik rekayasa genetika yang tersedia saat ini untuk bioteknologi pertanian:

  1. Meningkatkan produktivitas tanaman.

Bioteknologi telah membantu meningkatkan produktivitas tanaman dengan memperkenalkan kualitas seperti ketahanan terhadap penyakit dan meningkatkan kekebalan kekeringan terhadap sebuah tanaman. Sekarang, para peneliti dapat memilih gen untuk ketahanan penyakit dari spesies lain dan mentransfernya ke tanaman penting. Sebagai contoh, para peneliti dari Universitas Hawaii dan Universitas Cornell mengembangkan dua varietas pepaya tahan terhadap virus papaya ringspot dengan mentransfer salah satu gen virus ke sebuah pepaya baru untuk menciptakan resistensi pada tanaman. Benih dari dua varietas, bernama ‘SunUp’ dan ‘Rainbow’, telah didistribusikan di bawah perjanjian berlisensi hukum untuk petani, sejak tahun 1998. Contoh lebih lanjut berasal dari iklim kering, di mana tanaman harus menggunakan air seefisien mungkin. Gen dari tanaman tahan kekeringan alami dapat digunakan untuk meningkatkan kekebalan sebuah tanaman dari kekeringan di banyak varietasnya

  1. Citarasa yang lebih baik.

Rasa hasil produk sebuah tanaman, kini dapat diubah dengan meningkatkan aktivitas enzim tanaman yang mengubah prekursor aroma menjadi senyawa penyedap. Sebagai contoh, ada cabai dan melon. Berbagai negara di dunia saat ini sedang berlomba-lomba dalam melakukan uji coba melakukan pembaruan citarasa, khususnya dari dua jenis tanaman tersebut.

  1. Produk yang lebih segar.

Rekayasa genetika dapat menghasilkan peningkatan dalam menjaga properti untuk membuat sebuah produk segar lebih mudah, memberikan konsumen akses ke makanan utuh yang bergizi dan mencegah pembusukan, kerusakan, dan kehilangan nutrisi. Tomat transgenik dengan pelunakan yang tertunda dapat menjadi matang tanpa adanya bagian yang caact sekalipun. Penelitian kini juga sedang dilakukan untuk membuat modifikasi yang mirip seperti tomat transgenik dengan menggunakan berbagai jenis tanaman seperti brokoli, seledri, wortel, melon, dan raspberry. Umur simpan atau keawetan dari beberapa makanan olahan seperti kacang juga telah ditingkatkan dengan menggunakan bahan-bahan yang telah dimodifikasi profil asam lemaknya. Dengan ini, tidak perlu cemas lagi makanan yang kita miliki akan cepat basi atau semacamnya.

Demikian lah tadi sedikit artikel mengenai pemanfaatan bioteknologi dalam bidang pertanian terimakasih telah berkunjung dan mempir disini semoga artikel yang kami bagikan dapat bermanfaat bagi pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *