Perkembangan Pertanian Organik di Dunia

Posted on

Perkembangan Pertanian Organik di Dunia – Ada banyak penjelasan dan definisi untuk pertanian organik tetapi semua menyatakan bahwa ini adalah sistem pertanian yang bergantung pada pengelolaan ekosistem lingkungan sekitarnya. Sistem pertanian organik sangatlah mempertimbangkan dampak lingkungan dan sosial potensial dengan menghilangkan penggunaan input sintetis, seperti pupuk dan pestisida sintetik, pengawet, aditif dan iradiasi. Ini semua diganti dengan praktik manajemen spesifik lokasi yang menjaga dan meningkatkan kesuburan tanah jangka panjang dan mencegah hama serta penyakit.

Perkembangan Pertanian Organik di Dunia
Perkembangan Pertanian Organik di Dunia

Di Asia sendiri, total area pertanian organik hampir 3,3 juta hektar. Ini merupakan sembilan persen dari lahan pertanian organik di dunia. Inisiatif pembangunan pribadi milik sendiri dan publik, telah memberikan kontribusi besar dalam 25 tahun terakhir untuk pertumbuhan sektor organik di banyak negara. Kegiatan-kegiatan terkait dengan hal ini, misalnya, membangun kapasitas berbagai kelompok pemangku kepentingan di sektor organik, mengembangkan pasar domestik dan internasional, juga mengembangkan standar dan undang-undang lokal.
Salah satunya adalah Aliansi Pusat Penelitian Organik (ORCA) yang diusulkan dan diselenggarakan oleh FAO, yang bermaksud untuk jaringan internasional dan memperkuat lembaga yang ada dengan kredensial ilmiah dan memberdayakan mereka untuk menjadi pusat keunggulan dalam penelitian pertanian organik transdisipliner. Hans-Peter Egler, dari Sekretariat Negara Swiss untuk Urusan Ekonomi (SECO), mengatakan bahwa perdagangan internasional sebagai mesin untuk pertumbuhan dapat secara substansial berkontribusi terhadap pengurangan kemiskinan di negara-negara berkembang, dan SECO mendukung pertanian organik di negara-negara berkembang dengan sejumlah langkah. Program Perdagangan, Perubahan Iklim dan Lingkungan dari International Trade Center (ITC) juga mendukung sektor organik melalui penyediaan informasi pasar, pelatihan dalam pemenuhan standar, dan promosi perdagangan.

Jika kita lihat dari penerapan pertanian organik di seluruh dunia, bagian atau lahan yang dikelola secara organik sebagai proporsi dari semua lahan pertanian yang tertinggi adalah di Oceania dengan 2,8 persen, diikuti oleh Eropa dengan 1,7 persen dan Amerika Latin dengan 1,3 persen. Di 27 negara Uni Eropa, bagian lahan yang dikelola secara organik lebih dari empat persen. Di semua wilayah lain, bagian lahan yang dikelola secara organik kurang dari satu persen. Banyak negara menunjukkan persentase yang jauh lebih tinggi. Bahkan ada enam negara yang telah mencapai lebih dari sepuluh persen lahan pertanian, sebagian besar ada di Eropa. Negara dengan bagian tertinggi sekarang adalah Kepulauan Falkland, yang kini termasuk dalam survei global tentang pertanian organik untuk pertama kalinya, di mana beberapa peternakan domba besar bekerja secara organik. Sangat menarik untuk dicatat bahwa banyak negara kepulauan memiliki bagian yang tinggi. Namun, bila ditinjau kembali, kurang lebih ada 70 persen dari 154 negara yang datanya tersedia yang setidaknya mereka memiliki kurang dari satu persen lahan pertanian organik.

Berbicara mengenai produk dari hasil pertanian organik berbagai negara di dunia, permintaan yang datang dan diterima biasanya hanya dipengaruhi oleh iklim ekonomi saja. Tantangan utama industri makanan dari pertanian organik yang dihadapi hingga sekarang masih seputar pasokan yang kura saja. Permintaan untuk makanan organik melebihi persediaan, dengan banyak petani tidak beralih ke pertanian organik karena inflasi makanan. Harga produk pertanian mencapai rekor tertinggi karena meningkatnya biaya bahan bakar dan pertumbuhan produksi tanaman. Perlambatan ekonomi global telah mengakhiri inflasi makanan, betapapun tingginya minat terhadap tanaman organik seperti gula dan sisa-sisa jagung. Dengan melambatnya permintaan, kelebihan pasokan bisa sekali lagi menjadi perhatian utama bagi industri makanan organik.

Demikian lah tadi sedikit pengertian artikel mengenai Perkembangan Pertanian Organik di Dunia semoga saja diindonesia senri khususnya kedepannya pertanian organik dapat berkembang dengan baik dan pesat mengikuti negara negara yang telah maju sebelumnya dalam bidang pertanian organik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *