Persiapan Areal Pembibitan Kelapa Sawit

Posted on

Persiapan Areal Pembibitan Kelapa Sawit – Sebelum menentukan lokasi, perlu dilakukan prnijauan kr lokasi rencana pembibitan. Hal ini perlu dilakukan terutama pada lokasi yang baru dibuka, seperti hutan atau areal yang belum dikenal. Tujuan utamanya yaitu untuk mengetahui sumber air yang terjamin-umumnya dengan bantuan peta topografi 1: 25.000 dan peta survei tanah. Lokasi pembibitan kelapa sawit-baik di kebun trsdisional maupun di areal pengembangan-harus memperhatikan syarat syarat sebagai berikut.

  1. Topografi datar untuk  memudahkan pengaturan bibit  dan mengurangi erosi akibat hujan lebat dan penyiraman. Sebisa mungkin, lokasi pembibitan terletak di tengah kebun.
  2. Dekat dengan sumber air  dan air yang tersedia cukup banyak-terutama pada musim kemarau-yaitu dengan curah hujan 10 mm pe rhari.
  3.  Drainase harys baik sehingga air hujan tidak akan tergenang.
  4. Lokasi harus mudah didatangi dan jalan ke pembibitan harus baik.
  5. Areal harus jauh dari sumber hama dan penyakit, tersanitasi dengan baik dna terbuka, serta tidak terhalang oleh pohon-pohon besar  atau bangunan.
  6. Dekat dengan emplasemen sehingga pengawasan dapat dilakukan lebih intensif. Persiapan pembibitan utama membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga persiapannya harus dimulai serentak dengan mempersiapkan persemaian. Tahapan-tahapan pekerjaan yang dilakukan dalam persiapan areal pembibitan yaitu pemilihan lokasi pembibitan dan pembukakaan lahan (hutan), persiapan persemaian, perrawatan persemaian, persiapan dan penanaman di pembibitan utama, serta perawatan pembibitan utaman.

A. Pemilihan Lokasi pembibitan dan pembukaan lahan (hutan) 

  1. Pemilihan lokasi pembibitan dan pembukaan dilakaukan dengan tahapan sebagai berikut.
  2. Merencanakan waktu untuk memilih lokasi pembibitan , kaitanya dengan enam faktor di atas.
  3.  Membuat jalan rintis ke lokasi-lokasi yang potensial.
  4.  Menijau lokasi yang potensial dan memilih lokasi yang baik.
  5. Mempersiapkan program pembibitan yang terperinci,  termasuk sistem pengsiran.
  6. Membuat jalan permanen ke arah lokasi pembibitan.
  7. Membersihkan areal persemaian secara mekanis.
  8.  Membersihkan areal pembibitan utama secara mekanis.
  9. Memesan bahan tanaman dan peralatan peralatan.

B. Persiapan persemaian 

            Persiapan persemaian dilakukan dengan tahapan sebagai berikut.

  1. Membuat bedengan dan naungan.
  2. Membangun gudang.
  3. Mengisi dan memindahkan mini/babybag.
  4. Memasang sistem pengairan,
  5. Menerima dan menanam kecambah.

C. Perawatan persemaian 

Perawatan persemaian dilakukan  dengan tahapan sebagai berikut.

  1. Pengairan (penyiraman).
  2. Pengendalian gulma.
  3. Konsolidasi bibit yang mriang.
  4. Pengedalian hama dan penyakit.
  5. Penjarangan bibit/seleksi (thinning out).

D. Persiapan dan penanaman di pembibitan utama 

Persiapan dan penananman di pembibitan utama dilakukan dengan tahapan sebagai berikut.

  1. Membangun gudang utama.
  2. Memasang sistem pengairan.
  3. Membuat jalan pembibitan.
  4. Pemancanngan , persiapan, dan pengisian tanah ke dalam kantaong polibag besar.
  5. Pemindahan semai dari persemaian (alih tanah).

E. Perawatan pembibitan utama 

Perawatan pada pembibitan utama dilakukan dengan tahapan sebagai berikaut.

  1. Konsolidasi bibit doyong dan penambahan tanah pada polibag.
  2. Penyiraman bibit.
  3. Pengendalian gulma.
  4. Pemupukan.
  5. Pengendalian hama dan penyakit.
  6. Penjarangan bibit/seleksi (thinning out).

 Jika kelapa sawit akan ditanam  di lapangan pada umur 12 kurang lebih 2 bulan sejak fase pertumbuhan kecambah, persemaian dan pembibitan utama harus di buka 13 bulan sebelum rencana penanaman tersebut. Diperkirakan, pembuatan batas daerah pembibitan, pembuatan jalan jalan masuk, dan pembuatan spesifikasi pembibitan memeriukan waktu 2-3 bulan maka pemilihan lokasi pembibitan harus di lakukan sekitar 15-16 bulan  dari rencana penanaman di lapangan. Dengan asumsi priode  penanaman terutama dilakukan mulai bulan Agustus-Desember dan pembukaan hutan dilakukan mulai bulan November tahun sebelumnya, maka ringkasan fase pembukaan persemaian dan pembibitan utama dalam hubunganya dengan pembukaan hutan dan operasional penanaman di lapangan.

Persiapan areal dan program pembibitan dapat dibagi menjadi 3 bgian utama sebagai berikut, 

  1. Persiapan rencana terletak dan jadwal perbersihan tapak pembibitan.
  2. Persispan rencana terletak dan jadwal oprasional persemaian.
  3. Persiapan rencana terletak dan jadwal oprasional pembibitan utama.

A. Pembersihan tapak

Tapak pembibitan harus bersih,  terutama pada eks-hutan di sekliling areal. Tapak harus dibersihkan dari semak semak blukar selebar sekitar 50 meter. Luas tapak pembibitan tergantung pada rencana penanaman  dilapangan, jarak tanaman bibit, dan umur bibit yang akan ditanam. Dalam menentukan luas pembibitan,  harus diperhitungkan luas faktor jalan, gudabg, bangunan dan lain-lain. Pada jarak tanam standar, luas areal pembibitan berkisar 1-1,4% dari luas pertanaman yang di rencanakan.

B. Rencana tataletak dan progam operasional persemaian

Areal persemaian haru satu kompleks dengan pembibitan utama, tetapi harus diluar jangkauan siraman sprinkler (atau sistem irigasi lain) di pembibitan utama. Jika penanaman kecambah di persemaian akan dimulai awal bulan Agustus, bendengan dan naungan sudah di bangaun 2 minggu sebelumnya -segera setelah pembersihan  tapak. Areal persemaian yang telah bersih di beri naungan dari kawat nyamuk setinggi sekitar 2 m. Jarak tiang pada arah utara selatan 1,8 m dan pada arah timur- barat  2 m.

C.Tataletak dan program operasional pembibitan utama

Program oprasional pembibitan utama untuk program tanaman tahunan seluas 2.000 ha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *