PROSES PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT

Posted on

    PROSES PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT – Pertumbuhan awal bibit merupakan priode kritis yang sangat menentukan keberhasilan tanaman dalam mencapai pertumbuhan yang baikdi pembibitan.pertumbuhan dan vigor bibit tersebut sangant di tentukan oleh kecambah yang ditanam,marfologi kecambah,dan cara penanamanya.

1.Pengecambahan benih

Secara normal, biji kelapa sawit tidak dapat berkecanbah dengan cepat ksrena adanya sifat dormonsi. jika benih langsung ditanam pada tanah atau pasir  maka persentase daya kecambahnya setelah 3-6 buian hanya 50%. seteiah berhasilditumbuhkan,kecambah dibungkus dengan polibag. masing-masing polibag berisi 200 kecambah. kemudian, p0libag tersebut dimasukan kedalam peti dan siap dikirim ketempat tujuan. kecambah dikondisikan sedimikian rupa sehinga kecambah tidak mengalami shock dalam perjalana. biasanya,untuk mengantisipasi hal tersebut diberikan bonus25% sebagai cadangan kerusakan kecambah di perjalanan. waktu prngiriman kecambah harus tepat dengan saat untuk memulai pembibitan di tempan tujuan. Diferensiasi plumula dan radikula sudah terlihat jelas pada 10-14 hari setelah benih mulai berkecambah . Untuk pengiriman jarak jauh yang memakan waktu lebih dari 14 hari maka yang dikirim berupa benih yang diambil dari kamar pengering (Pre-heat-ed seed) yang masih belum mulai berkecanbah.

 2.Marfologi bibi 

    Pertumbuhan bibit pada minggu-minggu pertama sangat tergantung pada cadangan makanan di dalam endospern (minyak inti) cadangan makanan tersebut berisi karbohidrat, lemak, dan protein.

  Daun pertama dan kedua, bahkan kadang-kadang daun ketiga masih berbentuk tabaung belum mempunyai helaian. daun selanjutnya mulai membentuk helai lanceolate (secara konfersial disebut daun pertama)  daun-daun selanjutnya mempunyai helaian yang lanceolate ,bifid, dan akhirnya baru secara lengkap menjadi pinnate, penananman di lapangan umumnya dilakukan pada umur bibit 12 kurang lebih 2 bulan, mulai dari penanaman kecambah. Jumblah daun perbibit pada saat itu rata-rata berkisar 14-24 helai.

    Pembibitan bunga di pembibitan umumnya jarang terjadi. Primordia infloresen muncul pada daun ke 24-34  dengan rata-rata pada daun ke-27 dihitung dari daun pertama yang masih berbentyk tabung/tak berhelai. Secara visual primordia infloresen terlihat berkisar dari daun ke 25-41 dengan rata-rata daun ke-33 infloresen  yang pertama ini umumnya  abnormal dan biasanya gugur (arbutus).

    Infloresen  yang dapat berkembang sempurna ditemukan berkisan dau ke-23-87 dengan rata-rata pada daun ke-42 (dalam kelompok 50 tanaman).Pada saat anthesis, rata-rata umur tananmanya ya itu 24 bulan setelah ditananm di lapangan (sekiter 36 bulan setelah pengecambahan). pada percobaan lain dengan bibit yang lebih vigor, infloresen yang terbentuk pada daun ke-48 dan anthesis sudah terjadisekitsr 32 bulan setelah pengecebahan.  pembuangan yang lebih memberikan sedikit keuntungan bagi tanaman. buah yang terbentuk biasanya masih kecil dan kandungan minyaknya rendah sehingga tidak begitu berpengaruh banyak terhadap setatus  hara di dalam tanaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *