Tehnik Peremajaan Kelapa Sawit

Posted on

Tehnik peremajaan kelapa sawit bertujuan memberikan hasil (mutu) yang terbaik dengan biaya rendah. Dimensi biaya ditinjau secara proporsional terhadap mutu yang diinginkan. Dalam konteks ini, mutu peremajaan merupakan fungsi dari output/produksi yang akan dicapai kelak. Unsur yang dominan mempengaruhi mutu peremajaan yaitu urutan pekerjaan dan jenis pekerjaan.

A. Urutan pekerjaan

Pekerjaan peremajaan kelapa sawit mutlak harus dilakukan dengan urutan:

  1. Memacang
  2. Membuat parit (terutama di rendahkan)
  3. Membuat jaringan jalan
  4. Membuat lubang tanam
  5.  Membongkar pokok
  6.  Menyemprot gawangan dengan herbisida
  7.  Sorong batang dari lubang tanam dan teras
  8.  Menanam kacang-kacangan penutup tanah
  9.  Menanam kelapa sawit
  10. Melakuakan perawatan tanaman

Pekerjaan di atas harus dilakukan secara urut karena hal-hal sebagai berikut.

  1. Selama melakuakan pekerjaan pada poin 1-4 yang memerlukan waktu kurang lebih 3 bulan, tanaman masih dapat dipanen hasilnya.
  2. Pekerjaan memancang, membuat parit dan jaringan jalan, serta membuat lubanga tanam akan lebih cepat karena kondisi areal yang masih teduh (belum ditumbang). Produktivitas kariawan pada poin 1-4 juga meningkat  ksrena kariawan tidak perlu meloncati batang-batang sawit. Pekerjaan memancang akan lebih cepat karena mengikuti barisan tananman yang masih ada.
  3.  Menyenprot gawangan dengan herbisida dilakuakan pada seluruh areal setelah membongkar pook.

B. Jeneis pekerjaan

Jenis pekerjaan yang penting dalam hubunganya dengan produksi/ ha yang akan dicapai sebagai berikut.

  1. KUalitas bibit
  2.  Lubang tanam
  3.  Jaringan jalan
  4.  Pembuat saluran air
  5.  Pemupukan pada waktu yang tepat dan tepat

1.Memancang

Pekerjaan memacang dilakuakan untuk meluruskan arah barisan dalam jarak tanam yang ditentukan, yaitu populasi 136 pokok/ha atau 143 pokok/ha dengan jarak tanam segi tiga sama sisi: (9,2 x 9,2 x 9,2) m atau (9 x 9 x 9) m. Kebun-kebun lama yang belum ditanam dengan sisitem mata lima serta bentuk blok yang tidak seragam harus dikoreksi pada program peremajaan.

2. Membuat sluaran air

Pekerjaan membuat saluran air dilakukan setelah memancang supaya tidak terjadi areal yang sudah dipancang nantinya dibuat parit. Pembuat parit tulang ikan untuk mempercepat  pengeringan dilakukan dengan urutan 8 : 1 dan bila tidak kering jugak dilakukan menjsdi 4 : 1 dan 2 : 1. Pembuatan parit dilakukan sedemikian rupa sehingga berada di gawangan mati (yang tidak direncanankan untuk jalan panen/pasar tikus).

3. Membuat jaringan jalan dan jembatan

Pekerjaan membuat jaringan jalan sangat penting bagi program peremajaan saat ini karena biasanya jaringan jalan pada perkrbunan zaman dahulu bersifat tidak teratur (karena pengakutan  buah memakai rel). Dengan jaringan jalan utama 300 m dan jalan pengngupul setiap 1.000 m maka luas blok yang ideal yaitu 30 ha. Pembuatan jaringan jalan dilakukan sebelum membuat lubang tanam karena jalan merupakam sarana untuk meningkatkan mutu dan kuantintas pekerjaan.  Pembuat jaringan jalan yang sudah dipadatkan terutama ditunjukan kelancaran pengangkutan bibit  kelapangan yang umumnya dilakukan pada musim penghujan.

4. Membuat lubang tanam

Pembuatan lubang tanam di lapangan sering kali kurang mendapatkan perhatian yang serius.  Pembuatan lubang tanam merupakan salah satu aspek penting dalam perkebunan kelapa sawit.

5. Menyemprot gawangan

Tujuan menyemprot gawangan dengan herbisida yaitu untuk mempersispkan pembangunan kacang-kacangan penutup tanah. Dengan penyemprotan ini,  biaya pengendalian  gulma pada fase selanjutnya akan dapat dikurangi. Penyemprotan dilakuakan dengan paraguat dan 2,4-D amine secara blanket (total) pada seluruh areal. Penyemprotan selanjutnya dilakukan secara spot menggunakan glyphosate.

6. Bongkar pokok dan sorong batang

Tujuan utama pembomgkaran pokok yaitu untuk mengurangi intensitas seragam Ganoderma pada areal yang akan diremajakan. Pembongkaran dilakukan pada pangkal pokok dengan ukuran (2 x 2) m dengan kedalaman lubang 0,75 m. Penumbangan dilakukan sedemikian rupa sehingga arah robohnya sejajar dengan arah barisan. Batang yang telah ditumbangakan harus berjarak minimum 2 m dari lubang tanam yang telah dibuat. jika ada batang yang mengenai lubang tanam atau teras supaya didorong minimum 2 m dari lubang/teras tersebut.  Dalam praktiknya, ada beberapa perusahaan yang mengharuskan penyusunan batang secara teratur,  padahal disini tidak terlihat urgensi dari pekerjaan tersebut karena pada akhirnya batang akan membusuk secara alamiah. Plepah-plepah yang dipotong pada batang supaya dikumpulkan pada lubang pangkal batang (dirumpuk) dan dibakar.  Tujuanaya untuk mengurangi /membunuh spora dari cendawan  Ganodarma boninii.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *