Teknologi Pertanian di Negara Jepang

Posted on

Teknologi Pertanian di Negara Jepang – Tidak dapat dipungkiri, Jepang memang merupakan negara yang memiliki kualitas tinggi dalam industri pertanian. Teknologi pertanian yang dikembangkan menjadi kunci utama kenapa di sektor ini Jepang cukuplah maju daripada negara-negara lain di dunia.
Industrialisasi pertanian di negara Jepang merupakan yang tertinggi di Asia meskipun lahan yang tersedia terbatas, yaitu sekitar 13% dari total luas keseluruhan tanah di Jepang. Mereka juga mampu mengembangkan budaya intensif dalam pertanian dengan bantuan iklim yang sedang serta curah hujan yang cukup.
Dengan berbagai metode modern yang telah mereka terapkan, semisal pupuk komersial, insektisida, benih hibrida, dan teknologi mesin yang canggih membuat Jepang menjadi sangat efektif dalam berproduksi, sehingga panen terus meningkat secara substansial. Jepang juga menjadi importir produk pertanian terbesar kedua setelah Amerika Serikat dengan pendapatan sebesar $34.6 Miliar pada tahun 2001.
Pemerintah Jepang memiliki andil besar dalam kemajuan sektor pertanian disana. Mereka sangat memperhatikan perkembangan dan proses saat produksi. Program pertanian juga telah disiapkan oleh pemerintah, sehingga segala kebutuhan pasar akan terpenuhi. Tidak ada petani yang menanam sembarang tanaman, karena semua telah disiapkan prosedurnya.


Jika diperhatikan, sistem seperti ini sangatlah berbeda dengan sistem yang ada di Indonesia. Pertanian di Indonesia pun bisa dibilang cukup bebas, meski pemerintah telah ikut andil dalam pengembangannya. Masih belum terlihat dengan jelas pengaruhnya terhadap petani, khususnya dalam hal bercocok tanam. Petani dibebaskan menanam tanaman apapun yang diinginkan, dan mereka juga dibebaskan dalam hal penjualan.
Berikut ini beberapa contoh kemajuan konsep dan teknologi dalam bidang pertanian di negara Jepang:

1. Lahan pertanian yang luas dan warisan turun temurun.
Di Jepang, seorang petani tidak hanya memiliki satu petak atau dua petak lahan pertanian saja, namun mereka diberikan pemerintah berhektar-hektar lahan untuk dikerjakan. Pemerintah juga mengatur pembagian warisan lahan tersebut kepada anak-anak si petani yang benar-benar ingin meneruskan usaha orang tuanya untuk menjadi petani.

2. Penanaman padi menggunakan mesin yang canggih.
Sudah bukan hal yang baru lagi jika di segala aspek kehidupannya, Jepang tidak terlepas dari yang namanya alat/teknologi canggih. Di dalam pertanian pun demikian. Penanaman padi di sana tidak menggunakan tenaga manusia lagi, namun sudah menggunakan tenaga mesin. Teknologi ini juga memilki kelebihan yang tidak dimiliki oleh manusia ketika menanam. Sebagai contoh adalah kerapian. Menggunakan mesin sebagai alat penanam padi pasti akan membuat tingkat kerapian dan keteraturan benih jauh lebih baik daripada yang dikerjakan manusia.

3. Peran pemerintah dalam pengembangan sistem pertanian.
Pemerintah di Jepang juga memberikan kemudahan untuk para petani dalam hal pendistribusian hasil panennya. Berbagai terobosan baru pun dikeluarkan pemerintah untuk meningkatkan produksi pertanian, mulai dari kerja sama dengan perusahaan swasta hingga universitas. Untuk kerja sama dengan perusahaan, biasanya berkaitan mengenai penjualan produk pertanian. Sedangkan untuk universitas, kebutuhan penelitian yang sering dijadikan program unggulan kerja sama.

4. Tingginya etos kerja para petani.
Para petani di Jepang memiliki etos kerja yang sangat tinggi. Semangat juang dan kerja keras mereka terlihat cukup besar, mengingat pekerjaan mereka hanyalah bertani. Meskipun begitu, petani di Jepang jika bekerja di bawah dinas ketenagakerjaan, yang artinya mereka sudah bekerja sama dengan pemerintah, maka setiap bulannya pasti akan mendapat tunjangan berupa asuransi kesehatan dan pemotongan pajak. Ini sangat menguntungkan bagi petani-petani di sana. Mereka tidak pusing lagi mengenai biaya kesehatan, karena ada asuransi dari pemerintah yang mem-back up itu semua.

Incoming search terms:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *